Pengadilan di indonesia pada tahun 1998

pta-lama-20011webPada tahun 1998 bulan mei menjelang jatuhnya permerintahan orde baru sarana dan prasarana pengadilan masih sangat terbatas antara lain masih menggunakan mesin ketik manual.Jika untuk menyelasaikan perkara keperluan kertas sebagian dibebankan kepada pihak penggugat pada saat mendaftar gugatannya.

Untuk sarana kendaraan hanya ada sebuah mobil, dan hanya digunakan oleh ketua pengadilan. Sedangkan tugas-tugas dan operasional lainnya digunakan sepeda motor, misalnya unutuk memanggil para pihak perkara, pemberitahuan putusan, dan lain-lain. Juga ada pinjaman sebuah mobil dari pemerintah daerah setempat. Yang digunakan untuk pemeriksaan objeck perkara, dan tugas-tugas lainnya.

Rumah dinas bagi para hakim dalam keadaan memprihatinkan. Terdapat kerusakan yang belum tersentuh perbaikan. Pada saat itu tidak semua hakim mendapat jatah rumah dinas, terpaksa harus menyewah dengan biaya dari kocek sendiri, dan kendaraan jabatan untuk para hakim juga tidak ada.

Pada waktu belum tersedia sarana yang memadai untuk mengakses berbagai informasi yang diperlukan, baik untuk untuk pengambilan putusan. Hal itu menyebabkan kendala untuk dapat terlaksananya kerja cepat, efektif, efisien, dan produktif. Hal menyebabkan terjadi keterlambatan pengetikan putusan dan minutasi pekara, selain itu belum lagi bila dikaitkan dengan kemalasan atau kekurangan etos kerja yang hakikatnya menyangkut profesianolisme, integritas dan dedikasi yang merupakan factor penentu  keberhasilan pelaksanaan tugas.

Iklan

Posted on 7 Juni 2012, in Pengadilan di indonesia pada tahun 1998. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Hai, ini adalah komentar,
    Untuk menghapus komentar, silakan login dan lihat komentar pada postingan, disitu Anda dapat mengedit atau menghapusnya.

%d blogger menyukai ini: